Adakah kehidupan lagi setelah hari kiamat?
Adakah
kehidupan lagi setelah hari kiamat?
Kharisma
Candra Ro’izzha (12204193048)
TMT
6B
Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
UIN
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Iman kepada
hari kiamat merupakan rukun iman yang ke-lima. Hari kiamat merupakan suatu peristiwa
yang maha dahsyat dengan dihancurkannya bumi beserta isinya atas kehendak Allah
SWT. Kita sebagai seorang muslim harus percaya dan meyakini adanya hari kiamat.
Pada saat hari kiamat kelak semua makhluk yang ada di bumi akan mati atau
binasa dan bumi akan hancur lebur. Manusia, hewan dan tumbuhan akan mati, hal
ini terjadi karena atas kehendak Allah SWT. Namun, masih menjadi teka-teki bagi
sebagian orang, adakah kehidupan lagi setelah hari kiamat?
Menurut para
ulama’ hari kebangkitan dapat diibaratkan seperti fenomena tidur dan terjaga,
pergantian siang dan malam, serta sistem tata surya alam semesta. Mereka menyatakan
bahwa kebangkitan benar-benar terjadi, bagaimana Allah menghidupkan dari yang
mati atau sebaliknya, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah kematian. Ini semua
sebagai bentuk peringatan dan pemberitahuan kepada manusia, bahwa setelah
kematian ada kebangkitan.
Didalam
Al-Qur’an sudah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Q.S Al-Hajj [22]: 5-7
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِی رَیۡبࣲ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ
فَإِنَّا خَلَقۡنَـٰكُم مِّن تُرَابࣲ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةࣲ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةࣲ
ثُمَّ مِن مُّضۡغَةࣲ مُّخَلَّقَةࣲ وَغَیۡرِ مُخَلَّقَةࣲ لِّنُبَیِّنَ لَكُمۡۚ
وَنُقِرُّ فِی ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَاۤءُ إِلَىٰۤ أَجَلࣲ مُّسَمࣰّى ثُمَّ
نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلࣰا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوۤا۟ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن یُتَوَفَّىٰ
وَمِنكُم مَّن یُرَدُّ إِلَىٰۤ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَیۡلَا یَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ
عِلۡمࣲ شَیۡـࣰٔاۚ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةࣰ فَإِذَاۤ أَنزَلۡنَا عَلَیۡهَا ٱلۡمَاۤءَ
ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۭ بَهِیجࣲ . ذَ ٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّهُۥ یُحۡیِ ٱلۡمَوۡتَىٰ
وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرࣱ
. وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِیَةࣱ لَّا
رَیۡبَ فِیهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ یَبۡعَثُ مَن فِی ٱلۡقُبُورِ
Artinya:
“Wahai
manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah
menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal
darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak
sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut
kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu
sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia
dewasa, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) diantara kamu yang
dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi
sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian
apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan
menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.
Yang demikian itu karena sungguh, Allah, Dialah yang hak dan sungguh, Dialah yang
menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh, Dia Mahakuasa atas segala
sesuatu. Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan
padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur”.
Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa kebangkitan manusia setelah
mengalami kematian pasti akan benar-benar terjadi. Seperti halnya ketika musim
kemarau tentunya banyak pohon-pohon atau tanaman yang mati karena kekeringan.
Kemudian Allah menurunkan hujan sehingga membuat tanaman yang mati menjadi
tumbuh dan subur kembali. Seperti itulah perumpamaan ketika hari kiamat kelak.
Semua manusia akan mati, namun kemudian dibangkitkan lagi oleh Allah SWT. sehingga
hari kebangkitan memang benar adanya. Semua atas Kuasa Allah yang telah mematikan
dan menghidupkan makhluknya.
Hari kebangkitan adalah hari dimana dibangkitkannya manusia dari dalam
kuburnya oleh Allah, kemudian ruh dikembalikan kepada jasadnya, lalu manusia akan
digiring dan diproses untuk mendapatkan surga Allah atau azab Allah. Manusia dibangkitkan
kembali oleh Allah setelah hari kiamat adalah untuk dimintai pertanggung
jawaban atas segala sesuatu yang telah di perbuat selama hidup di dunia. Jika selama
hidupnya berbuat baik, maka akan mendapatkan kebaikan. Jika berbuaar buruk maka
akan mendapatkan keburukan. Sekecil apapun yang dilakukan pasti akan
mendapatkan balasannya dari Allah SWT.
Hari kebangkitan
akan terjadi setelah malaikat israfil meniup sangkakala yang kedua kalinya. Tiupan
yang pertama adalah untuk menghancurkan alam semesta kemudian tiupan yang kedua
adalah untuk membangkitkan. Kemudian Allah akan menghidupkan manusia kembali
dengan mudahnya seperti menumbuhkan tanaman. Allah akan menurunkan hujan ke
bumi hingga air hujan itu sampai kedalam tulang belulang mereka yang tersisa. Maka
ruh-ruh manusia kembali pada jasadnya masing-masing dan bangkit menghadap Allah
untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka.
Maka dari
itu, sudah tidak diragukan lagi, bahwa memang setelah hari kiamat itu ada
kehidupan lagi, dibuktikan dengan penjelasan diatas bahwa ada hari kebangkitan,
dimana semua manusia dibangkitkan untuk menghadap kepada Allah dan
mempertanggungjawabkan segala perbuatannya selama hidup di dunia.
Daftar Rujukan
Al-Mahfani & Abdurrahim Hamdi. Menguak
Kehidupan Setelah Kematian. 2016. WahyuQolbu.
Mutiara Dakwah. Tafsir Surah Al-Hajj Ayat
5-7. https://mutiaradakwah.com/tafsir-surah-al-hajj-ayat-5-7/.
Diakses pada 14 Juni 2022 pukul 19.23
Seprian, Tomi. Kehidupan Setelah
Kematian. 2019. UIN Sutha Jambi.

Komentar
Posting Komentar